Powered By Blogger

Minggu, 13 September 2009

di persimpangan jalan


Kata orang, ketika kita sudah menyelesaikan sebuah tahap, tahap baru akan dimulai. Akhir dari sesuatu merupakan awal dari sesuatu yang lain.

Tapi mungkin gak banyak orang yang sepesimis gw: orang yang menyadari bahwa tepat di saat kita menapak di garis akhir sebuah jalan akan banyak sekali percabangan jalan-jalan yang harus dipilih; orang yang selalu berpikir bahwa setiap sebuah masalah selesai tidak akan ada habis-habisnya masalah lain bermunculan; dan orang yang selalu mendapatkan bahwa setiap sebuah pertanyaan terjawab maka jawabannya akan melahirkan banyak pertanyaan baru. Banyak hal-hal yang ingin diraih dan dilakukan tapi terbatas umur yang sangat pendek. Dan gw adalah orang yang selalu berargumen: untuk apa kita lakukan satu pun kalau sampai matipun tidak akan semuanya dapat dikerjakan.

Kemudian di sini lah gw: berpijak di sebuah persimpangan jalan; menatap seluruh arah yang ada tanpa tanda penunjuk; tanpa ingin melanjutkan langkah ke satu arah pun. Tapi, bagaimana pun langkah harus diambil, cepat atau lambat.

Mari nanti lihat apa yang sudah gw capai di akhir jalan yang gw ambil ini.

Kamoe..!!

http://wahyuretno.usahaweb.com



Ketika kembali dijajah pesonamu,

Masa lalu tak lebih dari cerita.

Air mata maafmu adalah rintik candu yg mengalir membius rasa.

Mengganti sakit, keringkan luka.



Ketika bosanmu kembali hadir,

Sengaja atau tidak, kau sibak smua trik sesalmu.

Tancapkan luka baru tepat ditempat yg lama.

Lalu asal, kau minta aku lupakan mu….

Hampa adalah kado abadi yang kau beri,

Yg slalu menyapaku setiap pagi,



Dan temaniku habiskan hari.

Tapi sungguh, aku tak bisa mengganti rasa ini,

dengan kebencian ataupun dendam.

Karna sungguh, kau mengikat mati akalku

dengan pengertian akan rumitnya kenyataan.